Sertifikat Laik Fungsi

Ruang Laik Fungsi
(Bandung, Indonesia)

Make your building more valuable! 

e-mail : marketing@sertifikatlaikfungsi.com

Who are we?

RLF logo copy

Ruang Laik Fungsi merupakan sebuah konsultan sertifikat laik fungsi yang menjadi wadah atau tempat yang dapat diandalkan untuk memberikan solusi dari permasalahan pembuatan kajian kelayakan fungsi suatu bangunan gedung.

Visi

Menjadi perusahaan konsultan yang tangguh, mandiri, dan terpercaya

Misi

Memberikan Pelayanan konsultasi penelitian dan pengembangan yang terbaik, bermutu tinggi, berkualitas dan menghargai waktu

Filosofi Kami

ruang
Ruang
Tempat atau Wadah UNTUK BERKONTRIBUSI
like
Laik
Layak dan Baik SESUAI DENGAN KETENTUAN
functional
Fungsi
Sesuai dengan Kegunaan YANG DIRENCANAKAN

ARTIKEL

Pada saat selesai pembangunan, para pemilik gedung mengenai pentingnya dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kepemilikan itu penting bagi sebuah bangunan gedung yang digunakan untuk publik. Sertifikat Laik Fungsi bangunan atau SLF adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan.

Dengan memiliki SLF, hal tersebut akan menjamin keandalan dari sebuah bangunan gedung. Dan sebaliknya, jika tidak memiliki dokumen SLF, maka keandalan dari bangunan gedung tersebut masih diragukan. Bisa saja gedung tersebut rentan untuk terjadi adanya kecelakaan, kebakaran atau bahkan robohnya bangunan.

Selain keandalan gedung terjamin, dengan memiliki SLF, maka hal tersebut juga akan menaikkan nilai usaha para pelaku usaha. Sebab masyarakat yang memanfaatkan gedung tersebut akan merasa lebih nyaman dan yakin manakala gedung yang mereka datangi benar-benar terjamin keamanannya.

Misalkan saja, sebuah hotel memiliki SLF, kemudian sertifikat SLF tersebut dipajang di depan hotel dan bisa dilihat oleh para pengunjung, tentu hal itu akan menambah minat pengunjung karena merasa terjamin keamanannya ketika menginap di hotel tersebut.

Apabila suatu ssaat pihak pemilik misalnya menjual gedung tersebut, yang jelas sudah mengantongi SLF, maka secara nilai jualnya tentu juga akan naik. Termasuk saat berurusan dengan pihak perbankan tentu juga akan lebih mudah.

Sementara itu, masa berlaku SLF bagi bangunan gedung, sekolah, rumah tinggal dan rumah deret yang berlantai dua berjangka waktu 20 tahun. Sedangkan bangunan gedung hunian rumah tinggal yang  sederhana ditetapkan jangka waktu 5 tahun. SLF sendiri memiliki dua aspek persyaratan administratif dan teknis. Dua poin ini menjadi acuan pengujian penerbitan legalitas SLF.

Terkait syarat-syarat pengajuan SLF, terdapat beberapa dokumen yang harus disiapkan oleh pemilik gedung, di antaranya sebagai berikut.

  1. Fotocopy IMB yang dilegalisir pejabat berwenang (BP2T) beserta fotocopy bukti kepemilikan tanah atau Sertifikat atau AJB maupun Petok D yang dilegalisir Pejabat Pembuat Tanah (BPN/Camat/Notaris).
  2. Fotocopy rencana tapak (Site Plan) atau AP yang dilegalisir pejabat berwenang (DPUPR).
  3. Fotocopy Ijin penggunaan air bawah tanah yang dilegalisir pejabat berwenang (BP2T).
  4. Fotocopy Analisa Dampak Lingkungan (Andal) yang dilegalisir Pejabat berwenang (DLH).
  5. Fotocopy Analisa Dampak Lalu lintas (Andal Lalin) yang dilegalisir pejabat berwenang (Dishub).
  6. Fotocopy Sertifikat K3 pada saat konstruksi termasuk kondisi lift penumpang, lift barang dan Instalasi Penangkal petir yang dilegalisir Pejabat berwenang (Disnaker).
  7. Fotocopy rekomendasi untuk bangunan yang berada di sempadan sungai (Dinas Pengairan)
  8. Fotocopy bukti pembayaran sampah dari Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah (DLH)
  9. Fotocopy gambar rencana struktur beserta perhitungannya (Konsultan)
  10. Fotocopy gambar rencana arsitektur yang memuat denah dan potongan beserta pertelaannya yang menunjukkan dengan jelas batasan secara vertikal dan horizontal (Asbuild Drawing Kontraktor)
  11. Fotocopy gambar rencana jaringan dan Instalasi listrik, air bersih, pipa gas, pemadam kebakaran ( data isi ulang tabung dan masa kadaluwarsanya) dan jaringan lainnya (Konsultan)
  12. Fotocopy gambar rencana jaringan pembuangan air limbah, jaringan air hujan, fasilitas pembuangan atau pengolahan sampah dan fasilitas Parkir sesuai dengan tingkat keperluannya (Konsultan)
  13. Fotocopy hasil pemeriksaan kualitas bangunan dari penyedia jasa/konsultan pengkajian teknis bangunan gedung (Bukti Serah terima dan Jaminan)
  14. Fotocopy HO/SIUP/TDP yang dilegalisir pejabat berwenang (BP2T), yang berbadan hukum harus ada Akta Pendirian dan
  15. Susunan pengurus dari notaris serta berkas administrasi lainnya.

Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung berdasarkan kesesuaian IMB yang telah diberikan, mencakup:

  1. kesesuaian fungsi
  2. persyaratan tata bangunan
  3. keselamatan
  4. kesehatan
  5. kenyamanan dan
  6. kemudahan dalam perawatan dan pemeliharaan

Berikut adalah proses pengajuan SLF:

  1. Pengajuan SLF dapat dilakukan setelah proses pembangunan bangunan gedung selesai dilengkapi kelengkapan data sesuai persyaratan yang disampaikan diatas.
  2. Berkas selanjutnya diajukan ke Suku Dinas Perizinan Bangunan wilayah Kota Administrasi setempat.
  3. Setelah lengkap Suku Dinas akan mengirimkan berkas ke Suku dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan untuk pemeriksaan lapangan dan membuat laporan serta rekomendasi kepada Suku Dinas Perizinan Bangunan untuk penerbitan SLF.
  4. Proses penerbitan SLF.
  5. Akan dikirim pemberitahuan kepada Pemilik untuk pengambilan SLF, setelah SLF diterbitkan
  6. Pemilik atau kuasanya dapat mengambil SLF di Loket Pelayanan Suku Dinas Perizinan Kota Administrasi setempat.

Penerbitan SLF

 

Berikut ini merupakan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan penerbitan SLF, yaitu:

 

  1. Gambar teknis bangunan gedung terbangun (as built drawings);
  2. Pernyataan dari pengawas atau Manajemen Konstruksi untuk bangunan gedung baru atau dari Pengkaji Teknis untuk bangunan gedung yang sudah ada (exsisting) bahwa bangunan gedung yang dibangun telah sesuai dengan IMB dan laik fungsi; dan
  3. Lampiran pendukung yang menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung.

Pernyataan kelaikan fungsi oleh pengawas atau manajemen konstruksi atau pengkaji teknis sebagaimana disebut di atas dibuat setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan fungsi. Pengawas atau manajemen konstruksi atau pengkaji teknis adalah profesi ahli bangunan gedung.

PERMEN PUPR NO. 27/PRT/M/2018 TENTANG SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG

  1. Setiap Bangunan Gedung harus memiliki SLF
  2. Masa berlaku SLF per periode 5 (lima) tahun sebagai dasar dibuatnya SLF
  3. Masa berlaku bangunan gedung untuk bangunan hunian tunggal atau rumah deret sampai dengan 2 (dua) lantai ditetapkan 20 (dua puluh tahun)

Mensyaratkan SLF

  1. Bangunan Gedung Negara –> Permen PUPR Nomor 45/2007
  2. Bangunan Pendidikan –> Permen Diknas Nomor 24/2007
  3. Bangunan Kesehatan –> Permenkes Nomor 56/2014 & 75/2014
  4. Bangunan Perdagangan –> Permendag Nomor 37/2017
  5. Bangunan Peribadatan –> PB Menag dan Mendagri Nomor 8-9/2006
  6. Bangunan Hotel (Pariwisata) –> Permen Parekraf Nomor 53/2013
  7. Bangunan Rusun / Apartemen –> UU Nomor 20/2011
  8. Bangunan Perumahan untuk MBR –> PP Nomor 64/2016
  9. Bangunan Perindustrian –> Komitmen ILO 

Mengalami kebingungan tentang SLF?

Segera hubungi kami!



Copyright © 2019 Ruang Laik Fungsi. All Right Reserved.